Life Lesson: Remember To Breath

Sudah cukup lama tidak menulis panjang di sini. Sebetulnya, memang sudah tidak pernah menulis dengan rutin lagi. Padahal salah satu nasihat yang saya terima adalah memasukkan rutinitas menulis (tentang apapun) dalam keseharian. Kalau bisa menulis di kertas dengan pulpen agar syaraf tetap terstimulus dengan baik. Boro-boro nulis di buku, kan, update blog aja nggak pernah. Padahal saya tahu kalau menulis akan menolong saya tetap waras.

Tapi mungkin saya memang sedang tidak waras. Dalam satu tahun terakhir, ada perubahan besar dalam hidup yang tidak pernah saya sangka. I was living on my princess dream bubble, until one day it bursts. Sehingga untuk menulis saja, saya merasa terlalu malas. Saya menenggelamkan diri dalam pekerjaan, yang lain saya abaikan. I’m not into my life actually. Maunya tenggelam saja. Maunya menghilang saja. Maunya ditelan bumi saja.

Rasa seperti itu saya biarkan tumbuh dan memakan diri saya sendiri sampai akhirnya saya disadarkan bahwa ini semua tidak benar. Saya punya tanggung jawab terhadap diri saya sendiri. Saya punya anak yang dititipkan, dan harus saya pertanggung jawabkan nanti. Sampai akhirnya saya mengetik ini, saya masih dalam perjalanan menyehatkan diri saya sendiri. I was born as an outstanding baby. I never failed my parents. I raised as perfection. Namun ternyata kegagalan itu ada. Bahwa akhirnya saya harus belajar menerima kegagalan. 

Orang-orang sekitar yang tidak ada di dalam lingkaran dalam bertanya tentang ini dan itu. Seringnya, sih, bertanya ke orang lain. Allah SWT maha baik, semua omongan dan pertanyaan itu akhirnya sampai ke saya. People are still watching me, but they realized that I shut myself down. I stay silent. I don’t feel any need to talk it out loud. Biasanya saya hidup dengan gaduh, kali ini saya memilih untuk diam. That’s my choice.

Kata ahlinya, ini bagian dari penyakit dalam jiwa saya. Tadinya superior, sekarang inferior. Bahkan saya meragukan kemampuan saya menulis. Sehingga saya menolak banyak tawaran untuk kembali berkontribusi karena saya menganggap diri saya tidak mampu. Percayalah, tidak mudah bagi saya untuk naik ke atas panggung dan memandu acara, padahal dulu saya dengan bangga menjual diri saya sebagai MC. Tidak mudah bagi saya untuk menulis report dalam bahasa Inggris, padahal terakhir dites, nilai IELTS saya ada di 7.0. Bukan angka yang buruk, kan? Tapi saya memilih untuk bertanya berulang kali ke rekan kerja, apakah bahasa Inggris saya sudah benar atau belum :”) 

But that was me couple months ago. Sekarang saya sedang belajar untuk kembali memupuk kepercayaan diri. 

Seorang sahabat mengingatkan saya untuk tidak lupa bernafas. Ketika menerima nasihat itu, saya tertawa dan bilang “kayak dokter kandungan aja, lo, ngingetin gua untuk nafas”. Ternyata saya memang suka lupa bernafas. I keep running till I can’t breath, karena rasanya mendingan begitu daripada melihat kenyataan pahit yang sedang terjadi dalam hidup. 

Dengan mengatur nafas, saya sedang berusaha untuk bangkit lagi. Walau dalam perjalanan, berat badan naik turun sesuka hatinya, kulit wajah juga break-out secara berkala, tapi mudah-mudahan saya bisa membaik dan kembali menjadi Sazki yang orang tua saya kenal. I feel ashamed, I feel bad, especially to my mom. Ibu selalu bertanya “kakak gimana rasanya?” and I can not even tell her how I felt, because I feel bad to failed her. Ibu, I’m so sorry.

So please welcome me back to my own blog. Bare with me and my stories because I’m trying to keep myself sane. I need to be sane for myself and for Menik. Now I know why my Dad put Scania on my last name, because I have to be strong, as strong as that big vehicle from Swedia. Never thought about it like that actually, haha.

So how am I supposed to write a closure? Have no idea at all, I’ll leave it hanging like this. 

Art For Trip

Hore!

Xie xie, Eric! Semoga perjalanannya ke Floresnya lancar, ya. Penginnya sih bisa ikut sekalian ajak Menik 😁 hahahahaa

Buat yang mau juga avatar begini, bisa cek https://www.indiegogo.com/projects/art-for-trip–2#/ yezzz!

Ini adalah proyek penggalangan Dana buat trip ke Flores.

❤❤❤ – with eric

View on Path

Back To 2010

I recorded this sound (in a proper commercial studio), me pretending on the air, reading an adlib. It was for SoyJoy Healthylicious contest. Yeah, I was one of that online reality show contestant. And this was one of my best gimmick for my blog post back then (when I still writing on Multiply) hehehe…

Daripada hilang, atau susah carinya lagi, sekalian aja diupload di blog, yakaan? Jadi nanti kalau ada yang minta Sample Voice mendadak, bisa didirect ke sini dulu :p

DIY Abby Cadabby Costume

Jadiiii, hari Minggu kemarin, Menik dapat boneka baru dari Kungpang & Eycan, Abby Cadabby – the cute fairy monster from Sesame Street. Selanjutnya bisa ditebak, ya, balita yang hobi koleksi segala jenis kostum ini pengin punya baju Abby (¬_¬)ノ

image

Gambar dari sini

Karena belum pernah liat baju Abby di toko langganan tempat Menik beli kostum, putar otaklah supaya bisa bikin sendiri. Modalnya Rp120.000,- dan kemampuan jahit level minimum aja. Mau coba?

image

Bahan:
2 meter kain tile pink
2 meter kain tile ungu
1 meter kain flanel ungu
Ban karet (beli gulungan di toko konveksi)
Pita satin
Jarum dan benang jahit.

Okay, pertama kita buat no sew tutu skirt. Cari tutorialnya ya. BANYAK banget di Pinterest atau Youtube. Bisa coba cek ini atau ini. Kira-kira step by stepnya gini:

image

Jadi cuma butuh jahit sedikit untuk nyambungin karetnya. Kalau mau benar-benar tanpa menjahit, cari tutorial yang pake pita untuk ban pinggangnya.

Kalau sudah jadi, potong kain flanel sesuai ukuran tubuh anak. Saya cuma ngukur panjang dari bahu sampai perut, lebar bahu, dan panjang garis tengah potongan leher. Serius, saya buat ini kayak bikin gambar buat bikin baju boneka kertas, kok. Jadi pasti yang nggak bisa jahit juga bisa bikin 😉

image

Selanjutnya adalah hal yang bikin yakin kalau saya memang nggak bisa jahit hahahhahaa.. Lihat, ya, saya pake pembolong kertas pada sisi kanan-kirinya untuk tempat masukin pita.

image

Tadaaaa, tanpa perlu jahit, ikat pakai pita aja kanan kirinya 😀 tentunya better si anak pakai kaos dalam ya, jadi lebih nyaman. Nah, kira-kira gini jadinya:

image

Super easy. Effortless DIY costume. Sayap, bando, dan tongkat peri pelengkapnya saya beli di Cibadak, seharga Rp20.000,- hehehe tadinya mau bikin tongkat dengan ujung pompom seperti Abby, tapi kata Menik nggak usah. Tongkat bintang saja sudah cukup. Okesip!

image

image

image

Yayyy, Menik senang sekali dengan kostum Abby. Sampai rela nggak tidur siang demi nungguin saya menyelesaikan si kostum.

Abby Cadabby! (⌒.−)=★

Buzzing today: AADC!

Sebagai anak kelahiran tahun 85, yang pas SMA jelas melewati momen bolos sekolah dan antri di loket 21 buat beli 22 tiket nonton Ada Apa Dengan Cinta? 😀 dan sebagai penikmat film yang nggak serius (baca: nggak melihat filosofi film, nggak bisa mengerti puisi yang ada di film, nggak mau mikirin keluarga Rangga yang kekirian, nggak mau mikirin detail yang dianggap nggak bagus), that cheesy high school love story sangat membekas. Karakter anggota geng Cinta, Rangga, dan Mamet, pasti nggak mudah dilupakan. Pokoknya saya senang menonton film karya Rudi Sudjarwo ini, khayalan anak SMA banget, lah.

Bahkan kalau ngayal, ya, maunya pas SMA live a life like that! Nah, Beberapa waktu lalu, Dian Sastro mengunduh beberapa foto yang bikin hati deg-degan dengan hashtag #AlumniAADC. Salah satunya foto selfie segeng AADC tapi udah masa kini!

aadc

Nggak ngerti lagi rasanya ngeliat idola pas SMA foto bareng tapi udah dewasa. Reaksi pertama tentunya “OMG!!! Apakah bakalan ada lanjutannya?” Hidung kembang kempis, lah! Eh, baru saja bilang ke suami kalau nanti memang ada AADC kedua, saya mau banget nonton di bioskop, tiba-tiba teman di Path mengabarkan kalau ini merupakan iklan fitur terbaru LINE. Kecewa dan langsung menyayangkan kalau beberapa teaser ini pasti mubazir. Iklan, kan, hanya durasi 10-15 detik. Pupus harapanlah, pokoknya!

Tiba-tiba hari ini pas buka Path, lihat link Youtube! yang bertebaran dengan caption “Mini Drama AADC 2014” pas diklik, video berdurasi 10 menit ini muncul:

TOUCHY ADVERTORIAL! goosebumps gitu, nek! Kalau targetnya adalah kelas menengah ngehek, udah pasti kena, sih. Mereka yang pas SMA/Kuliah nonton AADC pasti bisa nyambungin perasaan dengan iklan LINE ini. Idenya patut diacungin jempol, keberanian LINE for spent money untuk mengumpulkan enam artis yang dikenal banget sama mereka yang sekarang memasuki usia 30-an, menurut saya worth all pennies! Iklan ini udah pasti diomongin sama banyak orang yang aktif di social media, all the buzz went viral, dengan sukarela. Nggak perlu keluarin uang tambahan untuk bayar buzzer para selebtweet, karena udah pasti mereka ngomongin, nyebarin, bahkan bikinin meme seenaknya. Mengutip dari analisa @NdoroKakung di blognya, hari ini ada 15 ribu lebih tweet tentang AADC, dan mengalami lonjakan sangat tinggi pada dua hari terakhir. Trending topic di Twitter juga ada #AdaApaDenganCinta plus #Rangga :)) dan ternyata, kata kunci LINE ada di posisi yang jauh lebih unggul daripada AADC dan Cinta. What do you think?

Saya sendiri sibuk memasuki ruang waktu SMA, dimana saya dan 22 orang teman kabur dari sekolah menuju 21 Pondok Indah Mall, demi nonton AADC bersama-sama! 😀 AADC1

Oh, walau saya nggak termasuk, tapi ada beberapa teman yang bahkan langsung post screen shot hasil mencoba fitur terbaru dari LINE yang dikenalkan lewat mini drama ini. Fitur Find Alumni, yang sebetulnya bagus, sih, tapi agak risky kalau yang udah punya pasangan dan saling insecure! Hahahaha, bok, kalau skenarionya sama kayak Cinta dan Rangga yang masih sama-sama single, sih, okay aja. Lah, kalau udah punya pasangan terus teringat the unfinished business jaman SMA, kan, bisa ribet. Makin ribet kalau dengerin saran Alya (LaudyaCherryl) “Kan semua orang bisa mulai dari awal..” wahahaha!! 😀

Kalau saya tetap aja bodoh, harus nonton berulang kali baru bisa ngerti tiga kalimat puitis ala Rangga dan Cinta..

“Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih itu selalu ada” -Rangga

“Waktu tidak pernah berjalan mundur dan hari tidak pernah terulang. Tetapi pagi selalu menawarkan ceritanya” -Cinta

“Untuk semua pertanyaan yang belum terjawab” -Rangga

Ceileh! Sekarang ngerti, Ki? HAHAHA nggak mau ditulis, ah. Nanti kalau ternyata interpretasi eike salah, kan malu :p

Anyway, congratulations dan thank you, LINE! Hari ini berhasil jadi bahan omongan seantero jagad social media di Indonesia, nih, ye. Mengingat ada foto Rangga dan Cinta di akun Dian Sastro dengan Caption “bertemu di Korea” mungkin iklan ini nantinya akan punya beberapa seri ala Ponds. Kali, ya! (Harapan seorang fans :p)

Ah, Semoga Rudi Sudjarwo dan Mirles bikin sekuel AADC beneran, ya! Aamiin!

Kenny Rogers Sampai Di Bandung

Bukan, bukan penyanyi country Kenny Rogers, bok! Tapi restoran ayam panggangnya yang terkenal dengan nama Kenny Rogers Roasters ini akhirnya sampai juga di Bandung, tepatnya di Paris Van Java, Sukajadi. Jadi begini, sejak pindah ke Bandung, saya suka kangen makan ayam panggang yang potongannya besar dan bumbunya resap sampai ke dalam di Kenny Rogers Roasters. Apalagi waktu hamil. Wah, kalau habis nonton di Pacific Place, pasti makannya kesini. Lumayan dapet protein hewani dan sayuran yang dibutuhkan bumil hahaha. Porsi Quarter Mealnya pas buat ibu hamil yang laper suka datang sembarangan :p

KR1

Anyway, sewaktu undangan datang untuk menghadiri pesta pembukaan cabang ke 27-nya di Paris Van Java, saya semangat banget. OMG, FINALLYYYYYYY! Jadi tanggal 22 Oktober lalu, di waktu makan siang, saya bergabung dengan teman-teman dari Blogger dan Wartawan. Kenny Rogers Roasters ini bisa jadi salah satu pilihan tempat makan yang sehat karena ayam yang dipanggang tentunya lebih baik daripada digoreng, dan tagline “Less Fat, Less Salt, Less Calories” yang diusung juga bisa jadi penyelamat dari rasa bersalah saat menyantap ayam di sebuah restoran. Kenapa bisa sehat hidangannya?

KR3

Menurut Marketing Manager, Ajeng Dwiyatcita, setiap ayam yang dipanggang dalam mesin Rotisserie selama lebih dari satu jam dalam suhu 268-279 derajat celcius ini, mampu menghilangkan lemak tanpa menghilangkan cita rasa ayam. Tahu dong, kalau ayam yang enak itu ayam yang matang merata tanpa ada daging mentah berwarna kemerahan di bagian dalam, dan rasa yang juicy, tidak kering. Ayam di Kenny Rogers Roaster ini canggih, loh! Walau potongannya besar, tapi matangnya rata. Nggak perlu khawatir ketemu bagian yang mentah di dalamnya.

KRR

 

Nah, makin yakin lagi untuk tidak merasa bersalah karena semua makanan di sini tidak ada yang digoreng! Jadi silahkan pilih hot or cold side dish yang bervarasi untuk menemani ayam panggang. Mulai dari Spicy Asian Salad, Mac&Cheese, Crisp Garden Salad, Coleslaw (my fave!), Fresh Fruit Salad, Mashed Potato with Gravy, BBQ Baked Bean, Aromatic Rice, Vegetable Salads, Pasta, Soups dan dessert. Psst, jangan lupa cicipi Home-Made Muffins yang super yummy, ya!

KR4

Acara pembukaan di PVJ kemarin, seru, deh. Karena ada Food Parade oleh para pelayan Kenny Rogers Roasters yang membawa hidangan untuk para tamu. Sambil menyantap Red Hot Meal yang berisi potongan ayam panggang dengan saus bbq, coleslaw, baked beans, dan mashed potato, tim Kenny Rogers Roasters memperkenalkan varian menu terbaru Kenny’s Shrimp Feast dengan lima pilihan Crispy Shrimp Fillet, Shrimp Rice, Caesar Salad Crispy Shrimp, Crispy Shrimp Cheese Pasta, dan Crispy Shrimp Marinara Pasta. Ini bakalan jadi menu favorit Menik, deh, selain Mac & Cheese-nya. Udang, gitu! Hahaha favorit si anak cilik, selain ayam panggang dengan saus mushroomnya 😀

KR5

Eh, kalau termasuk #TeamIrit pesan minumnya Ice Tea aja, ya! Bisa refill, bok! Hahahah.. Pilihan minuman lainnya juga ada, sih, seperti Four Season FIzzy misalnya. Di Kenny Rogers Roasters PVJ juga ada Wi-Fi nya, jadi kalau mau pamer foto makanan lewat Instagram, bisa pake koneksi gratis, nggak usah ngabisin kuota sendiri. :p

Oh ya, kemarin juga pihak Kenny Rogers Roasters memastikan kalau ayam yang mereka gunakan adalah ayam lokal Indonesia yang diberi pakan organik. Makanya kalau kita lihat di see-through mesin panggangnya, ayamnya kan gemuk-gemuk gitu, ya? Tenang, itu ayam sehat yang memang dipelihara dengan baik oleh pihak Kenny Rogers. Worry less, right?

Congrats dear Kenny Rogers yang akhirnya sampai juga di Bandung. Semoga kualitas makanannya tetap terjaga dan bisa selalu memuaskan lidah para pecinta ayam panggang, ya!

 

Kenny Rogers Roasters
Paris Van Java
Jl. Sukajadi no 139
Bandung. Telp 022-82063865

www.krr.co.id

T & IG : @KennyRogersID | FB: KennyRogersRoastersIndonesia

Welcoming JYSK!

Waktu pertama kali dapat kabar kalau budget furniture store yang ada di belahan bumi sebelah Eropa sana mau buka di Indonesia, I am beyond happy! Ya namapun di sini sedikit banget pilihan toko furniture ya, malahan kadang saya lebih memilih untuk memesan ke tukang kayu dibanding beli. Karena furniture yang saya suka, biasanya berlabel harga yang tidak murah. Malah seringnya pulang dari toko furniture, saya kesal, hahahaha. Kesal karena yang saya inginkan tidak sesuai budget. Hadooohh!

Eh, beberapa minggu belakangan ini, saya melihat beberapa teman posting di blog, instagram, facebook, dan twitternya soal JYSKbuka di Indonesia. Penasaran, dong! Tentunya karena melihat semua foto-fotonya. “Duh, ini gue banget, deh!” atau “Loh, ini kursinya lucu banget!” Dan masih banyak lagi gumaman pelan yang bikin hati ketar-ketir membayangkan kalau partisi ini bisa diletakkan di sini dan mengganti tempat tidur Menik di kamar sana.

Karena saya ada di Bandung dan belum sempat ke Jakarta, akhirnya saya browsing di www.jysk.co.id untuk melihat koleksi lengkapnya. Baru masuk ke websitenya saja, saya sudah bahagia. Kebayang banget kalau bisa masuk ke tokonya. Terpenting adalah inspirasi desain beserta harga masing-masing barang yang ada. Kayak contoh yang ini:

?????????????????????????

?????????????????????????

Wah, pas banget karena kami memang masih sibuk mengatur isi si rumah mungil. Baru diselesaikan bagian belakang alias dapur. Jadi sekarang mulai konsentrasi ke kamar tidur. Kamar utama dengan luas minimalis harus bisa tetap nyaman, kan? And how to deal with it? Dengan menggunakan furniture multi fungsi tentunya. Gambaran desain diatas, menurut saya, bakalan cocok sih untuk kamar tidur saya dan suami. Duh, rak menyerupai tangga itu juga gemesin banget, ya! Hahahaha.. Moving on to kid’s bedroom:

jysk3

Percaya nggak? Waktu baru selesai akad kredit, seorang teman yang berprofesi sebagai desainer interior menggambar desain tempat tidur untuk kamar Menik persis seperti yang diatas. Namun karena ternyata produksinya mahal, kami masih mengurungkan niat untuk membuatnya dan berpuas hati dengan satu kasur single warisan orang tua. Nah, pas lihat ini di website dan tau harganya langsung histeris! hahahaha Kok bisa segitu harganya? Selisihnya lumayan banyak kalau produksi sendiri, loh. Warnanya juga putih, cocok buat rumah yang kecil, karena interior dengan warna muda akan membuat kesan luas. Tapiiii, sebetulnya yang paling utama mau dibeli adalah:

jysk4

Iya! Rak sepatu!! Mata udah pegel banget lihat sepatu berserakan. Kalau punya rak sepatu ketutup gini, ringkas, kan! Kesannya rapih dan jadinya menambah kesan luas (lagi-lagi ini yang jadi pertimbangan, ya? Ya gimana dong, rumahnya kecil hehehee, harus pintar isi ruangnya). Sepatu bisa berkumpul dengan rapih, tapi tetap mudah ditemukan saat dicari. Jadi rak sepatu tertutup seperti ini memang harus segera dibeli, sih. Biar nggak misuh-misuh sendiri harus beresin sepatu melulu, dan sibuk angkat-angkat kalau lagi nyapu.

Jatuh cinta, deh, liat berbagai macam furniture dengan gaya Scandinavian bertengger di depan mata via webnya. Kebayang teman-teman yang sudah datang langsung ke JYSK yang ada di mall Taman Anggrek di Jakarta sana. Eh, kabarnya kalau di JYSK ini, pengunjung boleh mencoba semua furniture yang ada agar bisa merasakan sendiri feel si furniture dan tentunya mengetahui bagaimana materialnya. Aaaahhh, nggak sabar mau arrange waktu untuk mampir ke JYSK, deh! Semoga bisa cepat ke Jakarta, dan semoga ongkos kirim ke Bandung nggak mahal kalau beli furniture yang besar dan nggak mungkin masuk ke mobil sendiri. Eh, doanya satu lagi; semoga cepet buka banyak cabang di berbagai kota di Indonesia, salah satunya Bandung, ya!

Welkom to Indonesia, dear JYSK 😀