Tipe Shippers Iqbaal-Sasha

Sebagai anak baru di dunia artist-couple shipper, saya beberapa kali mundur selangkah untuk melihat keadaan. Dan ternyata dunia ini cukup menyenangkan untuk dianalisa, hahahaa. Well, awalnya tentu karena I spend most of my nights scrolling through my Explore tab and read (almost all) comments. Kadang mengernyit, kadang tertawa, dan seringnya berkomentar sendiri semodelan begini:

“aduh, gemas!”

“Ah, masa sih?”

“Nggak mungkin, nih!”

“Duh, kok bisa samaan?”

“Ini kode apa, ya?”

“Haduuuuuuhh, baperr!”

“Yah, kapal karam kalo begini ceritanya!!”

Dan seterusnya.

Tapi ada juga momen, di mana saya mencoba menganalisa, ini dunia apaan, sih? Lalu lama-lama sadar, nggak usah dipikirin banget, lah! Hahahaha. This thing is real but unreal. It is real because real human involved there, it is unreal because we just watch their life through social media. In the end, the least we can do is pray. Ya kan? Katanya sayang sama idolanya, maka berdoalah. Berdoalah untuk semua hal baik. Supaya waktu yang ‘terbuang’ merhatiin hal-hal yang nggak ada di lingkaran 1-2-3 kehidupan kita, baiknya didoain aja. Ucapin terima kasih karena udah membawa kebahagiaan hanya via foto, video, dan berita. Jangan dibawa pusing gituuu, dibawa happy aja. Kalau dibawa pusing, ujungnya cuma menimbulkan gesekan. Riuh rendah receh yang nggak berfaedah.

Gesekan gimana?

Sebelum membahasnya, kita samakan dulu persepsi shipping, ya. Shipping di sini bukan istilah pengiriman barang, hehehe, melainkan tentang rasa suka melihat pasangan fiksi yang diperankan oleh aktris atau aktor yang ternyata terlihat memiliki percikan saat sedang tidak di dalam layar alias di kehidupan nyata.

Shipping is a verb used to describe the action of wishing for two people to enter a relationship (whether romantic or occasionally platonic) in books, movies, tv shows or real life. Shipping can often happen involuntarily, and it is the majority of what happens on the website, Tumblr. There are some very popular ships, some unpopular, as well as often lots of controversy between ships from the same fandom. (www.urbandictionary.com)

Gesekan akhirnya timbul karena kadang-kadang kedua individu ini memang menyembunyikan kenyataan hubungannya sehingga masing-masing kelompok tentunya ingin bersikeras dengan apa yang diyakininya. Misal ada artis Tuti, main film sama Bondan. Tuti dan Bondan terlihat cocok dan gemes banget berdua, terlihat mesra saat off-cam, sering terciduk berduaan saat sedang tidak syuting, dan akhirnya menimbulkan opini bahwa mereka ngedate! Lalu Bondan main film lagi sama Santi. Nah, pasti muncul juga shipper Bondan-Santi. Lalu mulailah perang antar fans, hahahha. Tau-tau, Bondan main film lain sama Tanti. Muncul lagi kapal Bondan-Tanti. Jadi udah ada tiga kapal shipper, nih. Timbul, deh, gesekan. Gesekan antar pendukung, hahaha. Receh, ya? Tapi ini seru juga buat hiburan.

Karena saya lagi ngefans sama Iqbaal dan Vanesha, saya iseng mencoba mengelompokkan tipe shipper di dunia Baale dan Lia. Terima kasih dulu buat Anya yang udah membantu melengkapi sampai ketemu enam tipe di fandom yang lagi hangat di tanah air!

IQBAAL-VANESHA, MY LIFE!

Tipe pertama adalah pendukung garis depan! Pokoknya yakin banget mereka itu jodoh banget dan nggak rela kalau mereka berpisah dan nggak jadian beneran di dunia nyata. Dan bawaannya mau patah hati aja setiap hari kalau emang lagi ada hal-hal yang menggoyang kapal. Akun-akun ini nggak nge-gas, sih, tapi pintar membawa fans terbuai. Biasanya beberapa akun akan klaim kalau mereka adalah official fanbase account. Buat Dilan sama Milea ini ada @dilanmileafc sebagai akun fanbase terbesar di IG. Tapi selain itu ada @mileadilan.ofc (yang katanya resmi dari Iqbaal) dan juga @mileadilanfc (yang katanya resmi dari Pidi Baiq). Mereka akan berusaha menjaga kebaperan yang ada. Biasanya hidup shippers jadi hambar kala timeline dari akun-akun offical ini adem, karena masa promo film udah habis, but relax… the ship is still sailing!

STILL SHIPPING BUT KEEPING IT REAL!

Ada juga garis kedua yang komat-kamit deg-degan berdoa tiap hari supaya hubungan kedua ini bisa tetap dipantau baik-baik saja. Tapi tidak sekeras garis pertama, nih. Kalau tiba-tiba ada berita yang kurang enak dilihat, mereka gak patah arang dan menganggap ini hanyalah cobaan.


Fans yang tipe ini auranya positif, nggak gampang marah, malah kadang-kadang membawa hawa positif buat fandom. Dari mulai bikin editan yang lucu, caption yang out of the box, sampe meme model begitu tuh! Hahahaa. They always try to make everybody happy. 

#TEAMIQBAAL // #TEAMSASHA

Tipe ketiga adalah pendukung masing-masing individu tanpa peduli apakah Iqbaal dan Vanesha adalah jodoh di dunia nyata atau enggak. Apapun ceritanya, masing-masing mendukung pilihan si artis sepenuhnya. Fans di garis ini juga biasanya netral soal pasangan masing-masing idolanya, tapi kadang-kadang pernyataan dukungannya bisa menyakiti fans sebelah. Beginilah tampilan feed masing-masing tim:

Kalau udah masuk waktu bagian perang komen, waaahh, ini enak banget buat dibaca. HA HA HA. Hiburan di kolom komen, lah! Oh kadang komennya bukan di IG mereka ya, tapi di postingan di artis. SERU KAN?!

09.00 : AKU UDAH MOVE ON! // 10.00 : HADUH, BAPER LAGI!

Selanjutnya, mari bertemu sama anak baru dalam kancah pemujaan artis. Karena sebelumnya punya kehidupan nyata, sekarang agak terganggu stabilitasnya karena mulai terobsesi untuk mengikuti arus. Mau naik kapalnya, sih, tapi takut nggak bisa turun. Tapi kalo nggak ikutan naik, nanti rindu. AAKK!! Dan akhirnya, munculah komen-komen yang bikin kita bisa melihat betapa labilnya geng sebentar move on sebentar baper. Siapa yang perasaannya kayak meme yang dibuat sama @prettyrelevant ini? NGAKU! x)) #TakInginSendiri

Kelompok orang-orang yang tadinya udah nggak peduli sama kehidupan artis pujaannya, mau move on aja biar kehidupan kembali normal, tapi sejam kemudian di Explore atau Timeline ketemu lagi sama foto atau video (biasanya throwback, apalagi material baru) yang bikin baper. Lelah jadi fans yang di sini. Jadi kalau ada postingan model begini:

Pasti ada aja komen begini:

Termasuk sayaaa! [nunjuk muka sendiri]

MALES SAMA VANESHA

Lucunya di dunia shipper Iqbaal-Sasha, nggak ada tim yang kontra ke Iqbaal. Eh, ada sih mungkin, tapi saya nggak nemu. Tapi di lingkaran saya berprinsip: pokoknya semua sayang Iqbaal. Ini mungkin terjadi karena Iqbaal udah punya kolam fans sendiri sejak kecil kali, ya? Jadi loyal fansnya udah jutaan. Sehingga apapun yang idola mereka lakukan akan dianggap baik, didukung, bahkan ditiru. Kalau Iqbaal berkelakuan rebel sedikit, akan dengan mudah dimaklumi. Walau ada, sih, beberapa fans yang sudah menikah dan punya anak, biasanya akan (sedikit) protes kalo Iqbaal ketahuan melakukan sesuatu yang dianggap nggak pantas. Padahal ibunya Iqbaal juga bukan, tapi bawaannya protektif, hahahah!

Nah, karena Iqbaal main film Dilan 1990 berpasangan sama Vanesha, nggak sedikit fans Iqbaal kemudian menjadi shippernya Iqbaal dan Sasha. Susahnya, Vanesha belum punya loyal fans kehatian kayak ke Iqbaal. Jadi pas Sasha bergerak sedikit yang dianggap kurang sesuai, langsung marah-marah ke Sasha, dan menganggap Sasha ini nggak tau diuntung banget. Udah disayang sama Baale, eh disia-sia. Gitu anggapannya. Lalu akhirnya keluarlah statement “males ah sama Sasha, ilfil pokoknya!”

psstt, padahal gak tau juga sebetulnya Baale kayak gimana ke Sasha, dan sebaliknya! x))

Terserah Baale dan Sasha sekarang mau sama siapa, tapi JODOH NGGAK AKAN KE MANA!

Yup, they believe nobody knows what the future holds, so what? Mau ada foto Iqbaal cium sayang ke perempuan lain di sekolahannya nun jauh di Amerika sana, dan ada Sasha posting foto sama Adipati, ya bodo amatlah!

Fandom yang ini percaya bahwa mata nggak bisa bohong, their staring game were too strong, dan mereka berdua sedang membohongi diri sendiri. Karena Iqbaal dan Vanesha masih akan main tiga film bersamaan inilah yang dipercaya akan menjadi pemantik kemesraan gemes kembali.

PEMADAM KEBAKARAN

Terakhir ada tipe shippers yang berusaha untuk mendinginkan fandom. Masing-masing kubu ada pemadamnya, nih. Ada yang serius banget akunnya. Kerjaannya menganalisa dan berusaha netral untuk semua sisi dan ada yang menjaga kehaluan fandom agar tetap hqq. Nah, dari followers geng pemadam kebakaran ini, ada aja yang lucu dan bikin ketawa. Hobinya jemputin netizen yang gak bisa tahan jempol untuk komen jahat di akun sebelah.

Ada banyak akun, sih, tapi yang paling terkenal ya @teori.dilan x)) Tempat di mana Fandom Dilanisme berkumpul, mengaduh, menangis, tertawa, dan mencibir bersama. Khusus akun-akun pemadam kebakaran ini nggak perlu saya sensor, lah, ya? Dikunci juga akunnya, hahaha. Terus ada banyak juga akun fanfiction tempat orang-orang ngumpul berkhayal bersama-sama, salah satunya yang paling enak dibaca karena tata bahasanya baik adalah @2way.monologue 🙂 atau bisa cek @rindukamudisisi kalau mau yang agak halu banget tapi bikin adem, karena isi cerita dan komen-komennya dari mamak-mamak yang pintar, berpengalaman, dan baik hati. Butuh video buat jaga rasa baper? Cek @dilanagainsttheworld ya! Dijamin garukin tembok!

Kalau butuh recehan untuk menetralkan suasana, bisa cek @pipisipa @motor.abduldilan @kindof27 (ini kadang lucu, kadang menyayat hati), biasanya mereka bikin konten receh yang bikin semua senang! Model begini:

Meme ala sinetron Indos*ar ini dibuat oleh akun @rndombye di Instagram. Salah satu konten yang Iqbaal_Lia banget, tapi gak galak isinya, dan gak jelek-jelekkin fans yang lainnya.

Diantara tujuh tipe shipper ini, ada aja sih terselip golongan-golongan yang merasa paling oke karena sering diperhatikan oleh Iqbaal atau Sasha, ada yang merasa eksklusif karena udah pernah ketemu anggota keluarganya, ada juga yang model jumawa karena sering ngobrol via direct message, atau ada yang merasa udah deket banget karena pernah selfie bareng. Ujungnya merasa paling tahu segalanya, padahal baru juga sekali ketemu. Atau iya udah berkali-kali ketemu, tapi cuma saling sapa “halo” udah aja, tanpa ngobrol selayaknya teman.

Emang dunia artis begini penuh dengan halusinasi, ya. Nggak cuma di Indonesia, di luar negeri pun, sampe disebut delulu alias delusional. Iyah, sama aja, kakak! Sedihnya, nggak sedikit artis yang nggak kuat sama perhatian berlebihan cenderung posesif fans yang berujung depresi dan akhirnya bunuh diri 😦 Jangan sampe, ya! Kan kita mah sayang sama mereka. Mereka udah bikin kita bahagia, masa mereka nggak boleh bahagia juga?

Anyway, kalau saya termasuk yang sejam move on tapi sejam kemudian baper lagi hahaha. Tapi saya shipper gengsi, sih, nggak majang-majang amat kalau lagi kagum di timeline. Paling posting sesekali di Insta-story, sama ada satu video yang saya bikin sendiri saking gemesnya sama mereka berdua. Hobi ABG zaman sekarang ternyata tebar kode via feed IG. Dulu kita mainan #NowPlaying, kalau sekarang #LookAtMyFeed haahahhahaa.. Padahal nggak tau juga apakah ini beneran kode atau cuma cocoklogi perasaan doang. Padahal lagi, ya, dulu udah dikasih tau Bapak, yang nama “perasaan” atau “kayaknya” udah pasti nggak bener, eh masih aja dirasa-rasa HUAHUAHUAA!

Ada yang lagi ngefans sama Iqbaal dan Sasha gara-gara film Dilan 1990? Hayoo, termasuk yang mana?

Advertisements

Karena Iqbaal dan Sasha

Ini adalah pertama kalinya saya memutuskan untuk baca novel setelah nonton filmnya, karena kejadian biasanya adalah baca novelnya dulu, dan ikut antusias ketika filmnya hadir, lalu ada kecewa setitik dua titik setelah nonton filmnya, tapi ujungnya tetep ngefans dan baca-nonton berulang kali. Contoh: Harry Potter.

Tapi untuk yang satu ini, kebalik, pemirsa. Saya nonton dulu filmnya, terus karena penasaran dengan kehebohan film ini, dan kesengsem sama pemain utamanya, jadi saya mencoba membaca lagi novelnya. Novel karya Pidi Baiq yang saya coba berulang kali baca tapi berhenti di situ-situ saja, dan akhirnya saya kembalikan ke pemiliknya dan bersedih hati karena numben banget saya nggak bisa menyelesaikan bacaan romansa yang trendi pada masanya.

Setelah nonton dan nulis reviewnya, Olva dan Anya bilang, “coba baca novelnya, gih! Lebih bagus dari pada filmnya! Urutannya lebih tertata, ceritanya juga karena bentuk tulisan, jadi nggak kayak yang di film gitu!” Begitu kira-kira.

BAIK!

(sumber : http://jatim.tribunnews.com)

Sebelum baca, saya keburu kecebur ke kolam berisi manisnya hubungan Iqbaal dan Vanesha atau yang punya panggilan sayang ‘Lia’, barisan paling depan diisi sama Bundi Irma dan Nadia! Berawal dari search hashtag #Dilan1990 di IG, ujungnya malah kebawa ke halaman-halaman kompilasi chemistry Iqbaal dan Vanesha! Ini ngehek banget, sih, karena biasanya saya nggak punya One True Pairing atau OTP versi lokal. OTP saya sampai saat ini adalah Ellen Pompeo & Patrick Dempsey serta Milo Ventimiglia & Mandy Moore. Dan baru kali ini, saya mesem-mesem sendiri, bisa nyengir nggak jelas lihat perjalanan promo atau BTS Film Dilan 1990 yang isinya Iqbaal sama Sasha. Sambil ikut doain supaya filmnya tembus 7 juta penonton, jadi Milea berangkat ke Amerika gitu, HA HA HA!

https://giphy.com/embed/xUySTRDepG9ZcEg2rK

via GIPHY

Bener kata Teppy, Iqbaal sama Sasha berhasil memerankan Dilan dan Milea dalam suasana percintaan anak SMA yang nggak pake mikir. Kapan lagi bisa senyum-senyum gara-gara kerupuk coba? Jadi baca bukunya jangan dipikirin, nonton filmnya juga nggak usah dipikirin. Gitu kali ya? Karena tanpa dipikirin terlalu dalam, akhirnya saya bisa menyelesaikan Dilan – Dia adalah Dilanku 1990, Dilan – Dia adalah Dilanku 1991, dan Milea, Suara Dari Dilan.

(Sumber: kapanlagi.com)

Hmm, kira-kira apa faktor yang membuat saya bisa menyelesaikan membaca tiga novel dalam tiga hari?

  1. Saya ngebayangin muka Iqbaal dan Sasha dalam setiap adegan di buku.
  2. ….
  3. ….
  4. ….
  5. ….

Ternyata cuma satu doang! Hahahaha, ya monmaap, jadi karena saya udah nonton, jadi kebayang gimana muka Milea dan Dilan, sambil memperbaiki alur dan suasana Bandung yang ada di filmnya. Karena Pidi Baiq menuliskan semua nama jalan dan daerah di Bandung dengan jelas, maka saya bisa membayangkan dengan baik, dan menghapus memori buruk lokasi syuting yang di situ-situ doang.

DAN BACA NOVELNYA NGGAK BOLEH SAMBIL MIKIR, YA! x)

Karena kalau sambil diperhatikan detailnya, nanti akhirnya kesal lagi sama beberapa nilai sosial yang ada di novel tersebut. Terus yang saya baca ini sudah versi revisi rupanya, jadi ada beberapa penjelasan detail tentang ini dan itu, yang menurut saya nggak penting, tapi di Indonesia yang beginian jadi penting. Jadi #yaudahlahya momen gitu, hehehe. Nah, kalau novelnya dibaca tanpa banyak tanya dan dinikmati semudah mencelupkan kerupuk ke kuah bakso, maka kisah cinta masa SMA ini jadi enak, pemirsa!

Tidak mudah bagi pembaca novel kritis, tapi jadi mudah kalau udah ngebayangin mukanya Iqbaal sama Sasha jadi Dilan sama Milea, MAHAHAHHA! Oke, sebelum baca, nonton ini dulu, deh.

Udah nontonnya? Udah gemes belum? ~(^.^)~

Novel Dilan 1990 dan Dilan 1991, menceritakan kisah cinta Dilan dan Milea dari sudut pandang Milea. Bagaimana cara Dilan ngejar dan menyatakan rasa cintanya ke Milea dengan cara yang sungguh berbeda, terus bikin senyum-senyum sendiri pas baca. Bagaimana pergulatan batin Milea setiap kali mau ngambil keputusan dalam hubungan bersama Dilan, hingga romansa receh khas 90 (yang tentunya nggak saya lewati, karena saat Dilan dan Milea kelas 2 SMA, saya masih umur 5 tahun) bisa bikin saya gemes sendiri pas baca. Gemes, kesel, terus kembali ke tahap penyadaran “baca aja, jangan dipikirin, Ki!”

Novel Milea, Suara Dari Dilan, ini justru lebih menarik buat saya, karena ada bagian kosong di novel Dilan yang diisi di seri ketiganya ini. Sudut pandang Dilan, bikin saya menganggukkan kepala dan berkata dalam hati “ooh, ini ya, kenapa Iqbaal yang dipilih!” -tetep ujungnya si ex Coboy Junior. Ada banyak cerita latar yang ditambahkan oleh Dilan di sini. Dan setelah beres baca Milea, saya jadi pengen bisikin ke Milea “ari Milea sehat? Kunaon maneh teh, heiii!”

Perlu moral of the series nggak nih?

Nggak usahlah, ya! Kan bukan novel buat mikir! HAHAHA

Tapi yang pasti, novel ini ngasih tau kalau setiap koin punya dua sisi. Jangan diliatin nominalnya melulu, lihat gambar baliknya juga biar penuh pengetahuannya. Jadi uang logam 500, baliknya ada gambar apa hayo?

Satu lagi, saya nggak pernah bisa menikmati lagu-lagu The Panas Dalam, yang merupakan band dari Pidi Baiq. Nggak tau ya kenapa, mungkin dulu pernah ada trauma waktu interview beliau-beliau di Ardan pada masanya saya siaran, hahaha, lalu kemudian tidak ingin bersentuhan dengan karya-karya beliau. Jadi saya juga nggak melirik sama sekali ke soundtracknya. Atau pas jadi MC dan Pidi Baiq jadi bintang tamunya, saya nggak bisa ketawa sama becandaannya. EHE!

Tapi lagi-lagi karena pesona Iqbaal Ramadhan yang nyanyiin lagu Rindu Sendiri, saya jadi nyari-nyari lagunya, dan ternyata Rindu Sendiri mah bukan ciptaan Pidi Baiq, x))! Tapi ternyata juga lagu-lagu Voor Dilan ini dinyanyikan oleh seorang perempuan bernama Ajeng KF.

Lagu Rindu Sendiri ini juga banyak yang cover, cek di YouTube! aja, ya.. Udah banyak banget. Salah satu favorit saya adalah versi Hanin Dhiya, dan ini dimedley gitu, Rindu Sendiri dan dua lagu Voor Dilan yang bagus jadi satu klip. LEUV banget! Kaulah Ahlinya jadi satu-satunya lagu yang masuk buat telinga saya, sih. Kalau Dulu Kita Masih Remaja, ya gitu aja. But seriously, check this one out and feel the love.

 

Demikianlah, perjalanan saya untuk mengenal Dilan dan Milea. Kritik untuk film dan cerita cintanya masih ada dan tidak saya ralat di postingan sebelum ini, ya. Cerita yang ini cuma untuk ngejelasin gimana akhirnya saya bisa berhasil menyelesaikan novel Pidi Baiq. Maka dari itu, sesuai judul blog hari ini: Pidi Baiq harus mengucapkan terima kasih ke Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla yang menurut saya oke banget chemistry-nya dan bikin saya jadi bisa baca serial novel Dilan-Milea, serta menikmati lagu-lagu iringannya, yang tadinya nggak saya lirik sama sekali.

Sazki kualat apa gimana? Emm, enggak, sih, ya. Kan kritiknya tetep sama dan nggak berubah setelah baca novelnya. Tapi setidaknya, hal-hal yang tadinya nggak menarik sama sekali buat saya jadi menarik karena ada media lain yang menyampaikan, dalam hal ini Iqbaal dan Sasha. Mohon maaf minggu ini saya belum bisa nonton lagi demi nambahin jumlah penonton supaya Sasha ke USA dan dateng ke acara kelulusan Iqbaal karena anak saya lagi sakit. Kalau nanti ada kesempatan, maulah nonton lagi, buat Iqbaal sama Vanesha! :”)

[REVIEW] Film Dilan 1990

Setelah dibombardir dengan meme, potongan gombalan Dilan, dan raungan “mau nonton lagiiii” di semua channel social media, akhirnya kemarin saya nonton Dilan 1990 ini bersama teman yang seleranya, yaaa bisa dibilang mirip-mirip, lah! Hahahaa.. Iya, saya nonton sama Anya, cukup dadakan dan beli tiket pake point CGV supaya kalau nggak sesuai ekspektasi, nggak akan merasa rugi gitu, HAHAHA.. #GengMbungRugi

Oh iya, sebelumnya saya nggak nonton trailernya, bahkan potongan-potongan teaser yang ada di Twitter atau IG pun nggak saya intip. Saya juga nggak baca novelnya Pidi Baiq ini. Sebetulnya dulu pada masanya buku ini terbit, saya sempat meminjam ke teman. Tapi berhenti di halaman 9. Di situuuu ajaa, nggak pernah tertarik untuk meneruskan membaca. Nggak tahu juga kenapa, bahkan saya bingung, karena saya ini suka banget baca roman picisan.

Anyway, ketika tahu novel ini diangkat ke layar lebar, saya biasa saja. Tidak memberikan kritik, tidak juga mendukung, serta tidak berkomentar. Tapi saya cukup takjub dengan antusiasme para pembaca novel dan penggemar sosok Dilan-Milea. Hingga akhirnya, filmnya rilis tanggal 25 Januari lalu. Oh, ada dua hal yang menarik buat saya untuk film Dilan 1990 ini. Pertama, musiknya digarap oleh teman saya, Andhika Triyadi, PROUD OF YOU, JUN! Kedua, event launching filmnya di Bandung, digarap oleh Atap Promotions tempat kantor suami saya bekerja.

Nah, sebelum memutuskan untuk nonton, saya udah duluan baca review suka-sukanya Teppy yang joss jiwo! Review Teppy untuk film apapun akan membuat pembacanya tertawa dan kemudian merasa harus nonton. Lalu saya juga baca review novel Dilan 1990 dari April, yang cukup tajam dan memperluas sudut pandang kita untuk novel romantis. Gagasan ideologi patriarki ini cukup tajam ditanam dalam novel Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990.  Lalu saya tersadar, kayaknya ini sih yang bikin saya berhenti di halaman 9. Mungkin konsep kepatriarkiannya terlalu kuat sehingga saya malas meneruskannya. :”)

Ketika kemarin akhirnya nonton, saya sengaja memilih kursi teratas supaya nggak ganggu orang lain kalau-kalau komentar dari mulut kami terlalu tajam, atau kalau lagi salah reaksi (harusnya tersipu tapi malah ngakak) nggak ganggu penonton lainnya. Hehehee.

Film Dilan 1990 secara alur baik-baik saja. Cerita khas novel romantis dengan setingan SMA adalah kembang sekolah ditaksir sama ketua geng paling bandel. Jagoan, bandel, badass boy gitu kan emang ngegemesyin ya, dan Iqbal lumayan berhasil jadi anak bandel di sini. Sebelum bikin list hal yang mengganggu dan bikin saya mengernyitkan dahi, ada satu hal yang saya suka dari Dilan yaitu ketika ia bereaksi saat ditampar guru BP-nya. Walaupun Dilan ngomongnya pake kata ganti ‘aku’ ke guru-guru yang menurut saya nggak sopan, tapi reaksi untuk berani mempertahankan diri saat ia tidak melakukan kesalahan ini patut diapresiasi. Hanya saja perlu diingat, mempertahankan diri bukan berarti berani menuju tidak sopan ke guru. Selain itu, motor Honda CB dan rumah asri khas Bandung lumayan bikin adem mata sepanjang film ini.

Baiklah, mari menuju ke inti dari postingan ini, hahahaa. Jadi ada (banyak) hal yang mengganggu sepanjang film. Kita bikin list aja biar enak dibacanya.

  1. Intonasi bicara Dilan yang cenderung menekan ke Milea. Ada yang merhatiin nggak? Dilan tuh ngegas loh ke Milea. Gas kebanyakan gitu. Ya namapun superior di sekolah, ya, jadi mungkin itu wajar. Tapi kalau saya yang lagi dipdkt, saya mundur sih. Nggak kuat, kak, digas melulu.
  2. Adegan ketemu Bunda-nya Dilan yang tiba-tiba pengin cium Milea. Milea pengen meluk Bunda. Dan tiba-tiba bilang ‘calon mertua’ pas ditanya sama adeknya.
  3. Setting tempat syuting yang nggak pas dengan penjelasan lokasi detail oleh tokoh-tokohnya. Sekolah di Buah Batu, rumah di jalan Banteng. Tapi daerah syutingnya di Cilaki, Cisangkuy, Taman Cibeunying, Brantas, dan Serayu. Jadi angkot Buah Batu-Kalapa yang tiba-tiba ada di simpang Taman Cibeunying kan aneh. Mana semua daerah itu nggak dilewatin angkot lagi aslinya. (oke ini teknis, tapi buat saya yang suka hal detail, jadi ganggu, hehe)
  4. Milea main ke rumah Dilan sampe malem, terus ngajakin Bunda beberes kamarnya Dilan. I mean, what the heck? Terus Milea nggak dicariin ibu dan bapaknya sama sekali. Bapaknya tentara kan ya? Jarang banget tentara yang nggak nyariin anaknya
  5. Milea nggak mau jalan ke ITB sama Kang Adi, berharap dilindungi bapaknya, tapi ternyata malah disuruh. Bapaknya nggak peka apa emang leih sayang sama senapannya? Sampe kode Milea nggak diterima, dan akhirnya Milea jalan sama Kang Adi terus berujung sama kegalauan Milea karena bohong sama Dilan.
  6. Jalan-jalan naik motor keliling Bandung nggak pake helm. Dilan sayang sama Milea gak sih? Kalo sayang beneran, pake helm kelessss!
  7. Teknis lainnya adalah make up anak SMA yang buat saya masih kelihatan. Maskara on point. Rambut diblow on point. Seolah pelajaran nggak cukup susah, ada banget ih waktu pake maskara dan ngeblow rambut. Next time coba lebih necurel ya make up-nya.

Udah ternyata cuma tujuh. Tapi ada beberapa hal yang lebih mengganggu buat saya yaitu ideologi patriarki yang cukup kuat di sini. Sehingga saya mengamini review April. Kepatriarkian yang diulas April berdasarkan novelnya ternyata cukup terlihat kuat juga di sepanjang film ini. Bagaimana Milea dibuat takluk sama Dilan, padahal awalnya sudah cukup terganggu ketika jalan kaki terus dideketin Dilan naik motor, dan digoda. Lucu sih kalau dilihat sepintas, tapi kalau diseriusin, menuju pelecehan sih. Sama aja kayak hal bernama cat calling. Milea terlihat tidak nyaman, dan ketika perasaan tidak nyaman itu muncul, Milea tidak melawan tapi malah diam. Benar kata Sita di notes FBnya. Mendingan Cinta-nya Rangga yang berani teriak ketika Cinta disudutkan di pinggir lapangan basket dan berteriak sebagai tanda protesnya. Sementara Milea malah mengorbankan diri diantara hujan batu dari geng sebelah yang mau nyerang sekolah Dilan, demiiiii mencari Dilan sang pujaan hati yang ternyata lagi santai aja di belakang gereja.

To sum it up, hingga review ini ditulis, saya merasa film ini tidak cukup kuat seperti AADC yang bikin saya mau nonton berulang kali hingga mengoleksi VCD-nya. Untuk saya film ini cukup ditonton sekali untuk memuaskan rasa penasaran saya atas review netizen dan teman-teman yang memasukkan Dilan 1990 dalam list ‘must watch’-nya. Buat saya, film ini akan lebih indah kalau kepatriarkiannya dikikis sedikit. Akan lebih indah kalau Bapaknya Milea bisa melindungi dan mengetahui mimik tidak nyaman anaknya. Jadi kalau ada apa-apa bisa minta tolong ke bapak bukan ke pacarnya. Kalau sudah jadi suami lain cerita yaa.. hahahha… gombalan ala Dilan? Boleh sedikit-sedikit, jangan kebanyakan, ntar pusing kayak kebanyakan makan makanan berpenyedap berlebihan.

Saying Goodbye To Uncomfortable Feeling Down there

Sejak melahirkan, salah satu problema yang masuk di bagasi saya adalah inkontinensia urine atau kondisi kantung kemih yang melemah. Iyaa, kantung kemih kendor, kakakkk! Nyebelin tapi mau gimana lagi, kan? Kata dokter kandungan saya, kondisi ini bisa diperbaiki dengan cara senam kegel. Ya tapi walaupun senam kegel ini mudah dan harusnya bisa dilakukan kapanpun saat apapun, kalo lupa ya lupa aja, kan? Jadi kalo lagi bersin, batuk, atau kadang ketawa yang kelebihan, suka ikut pipis sedikit gitu. Sad, I know. T___T

https://giphy.com/embed/3o6ZsZPqu2d90VEB1u

via GIPHY

Nah, problem selanjutnya dengan kondisi inkontinensia urine ini adalah kebersihan daerah kewanitaan yang cukup sensitif. Jadi pas tau kondisi ini, saya selalu memakai panty-liners dan membawa baju dalam bersih untuk ganti sewaktu-waktu. Karena geleuh aja gitu kalau bagian situ rasanya basah atau lembab. Dan kalau tidak dijaga nantinya malah ada jamur yang tumbuh. Ujungnya malah nambahin penyakit baru kayak keputihan, Infeksi Saluran Kemih misalnya. Enggak, deh, ya. Mending ribet dikit, tapi daerah kewanitaan kita tetap bersih.

Karena yang namanya daerah kewanitaan dan sekitarnya, mulai dari vagina sampai rahim ini memang krusial banget dan kalau tidak dijaga malahan bisa membawa banyak hal yang kurang enak. Dari mulai penyakit ke diri sendiri, sampai ke hubungan suami istri. Kalau udah gini, yang suaminya kerja kayak model suami saya (nggak kenal office hour) jadi sedih pas suami pulang tapi nggak bisa having fun, karena lagi keputihan atau gatal-gatal.

SAZ, HARUS DIOMONGIN BANGET?

Ya harussss! salah satu koentji dalam menjaga keharmonisan suami-istri nih. Likewise, I always believed that marriage is a hard work and it takes two to tango. Kerja keras ini harus diusahakan bersama-sama, karena namanya pernikahan ada suami dan istri. Ada dua orang dalam satu ikatan. Jadi sepatutnyalah kita harus mengusahakan yang terbaik bagi pasangan kita. Gitu kan?

Salah satu usaha saya dengan kondisi KKK alias kantung kemih kendor ini adalah mencari cairan pembasuh kewanitaan yang pas dan halal. Dulu sih, diajarin sama ibu saya untuk memakai air rebusan daun sirih dalam rentang haid hingga H+7 setelahnya. Tapi PR banget kalau harus ngerebus tiap hari. Nah, doa anak sholehah diijabah, karena saya ketemu sama Resik-V Godokan Sirih, yang proses pembuatannya sama dengan proses tradisional yang dikasih sama ibu. Pilih daun sirihnya yang masih segar, cuci bersih, lalu direbus, dan siap digunakan.

Resik-V Godokan Sirih ini cocok juga buat yang suka alergi dengan pembalut. Pasti udah pada hafal gimana nggak nyamannya daerah kewanitaan kalau pakai pembalut saat haid lalu alergi karena salah pilih pembalut. Tambah lagi faktor hormonal dan keringat berlebih saat beraktifitas, jadi rentan banget kena infeksi. Resik-V Godokan Sirih ini bisa jadi penyelamat asal rutin digunakan setiap habis buang air kecil dan setelah mengganti pembalut. Khusus buat yang kena inkontinensia urine juga jangan lupa untuk selalu membasuh area kewanitaan dengan Resik-V Godokan Sirih dan jangan lupa untuk mengeringkan dengan baik sebelum ganti panty-liners atau celana dalamnya, ya. Supaya tetap bersih dan sehat, dan nggak ada rasa khawatir kalau tiba waktunya suami pulang ke rumah, ya kan? 😉

Sekarang sudah tidak pernah khawatir terkena keputihan lagi karena godokan sirih ini memang merupakan antiseptik alamai yang efektif untuk mengatasi keputihan dan infeksi di area kewanitaan. Kemasannya kecil dan praktis, jadi mudah untuk masuk ke tas dan dipakai setiap saat dibutuhkan. Psst, Resik-V Godokan Sirih ini juga bisa jadi kado saat teman melahirkan, loh. Cocok jadi teman semasa nifas soalnya.

Nah, antiseptik alaminya udah ada, tinggal latihan kegelnya aja dirajinin, ya, Saz!

These Two

To be honest, I never thought I will build my own company. I’ve been dreaming about my own lifestyle magazine, but somehow that dream just stay still inside my box. Simply because I know I can’t do it yet.

But last year, I met these two. Actually, we were getting ready to be pitched for one project, but somehow we managed to be on the same line and walked out leaving the third agency alone. And that’s when the story begin.

These two always beating around me. They keep me alive. They always help to keep me on the ground. These two are people who keep sane. These two are people who like to type the exact same things in the same time with me. These two love my daughter. These two love to teased my husband.

I argued with these two.

I try to keep the same pace with these two.

I laughed with these two a lot.

I share my dreams while I watched the sunset with these two on our office balcony.  I know I have a thing with these two, and I know I am growing up (again) with these two.

photo_2017-10-31_23-31-53

Thank you God for sending me these two… I love you, Two!

Tentang Baby Led Weaning oleh Ilsa Nelwan

Ilsa Nelwan

Photo by @Djonk_

Pernah dengar kalimat “one thing leads to another” kan? Nah, tulisan di bawah ini merupakan salah satu contohnya. Duluuuuu, saya kenalan sama dokter Ilsa ini di rumah Kristy, teman siaran zaman di Ardan Bdg. Setahun ini ketemu lebih sering dengan beliau karena kantor kami membantu kampanye digital Yayasan JaRI. Awalnya ngobrol santai di Yayasan JaRI sebelum meeting dimulai. Tapi ternyata obrolan ini menghasilkan tulisan serius dari dr. Ilsa Nelwan, seorang pemerhati kesehatan yang  pernah  mengelola  program  perbaikan  gizi, di Jawa Barat, pernah bekerja di WHO Nepal  dan WHO South East Asia Regional Office, dan juga seorang  ibu  dari  dua anak yang sangat menikmati pengalamannya  menjadi  Ibu.

Kaget dan senang adalah reaksi saya sewaktu menerima email berisi artikel lengkap tentang Baby Led Weaning (BLW) beserta referensi artikel-artikel penting yang sayang sekali jika tidak saya bagikan di sini. Senang sekali karena kekhawatiran saya ditanggapi oleh seorang ahli. Sebetulnya, dokter Ilsa sudah mengirimkan artikel ini dari bulan Agustus, hehehe.. tapi saya baru sempat mengunggahnya sekarang. Sambil mengetik ini saya juga merasa bersyukur baru beres dikerjakan hari ini, sehingga ada jeda waktu setelah huru-hara di media Instagram kemarin, ternyata artikel tentang MPASI bayi ini masih tetap relevan. Jadi supaya makin banyak yang membaca untuk menambah pengetahuan tentang BLW, saya akan langsung share di sini, ya. Continue reading

Teruntuk GNSM <3

Sebelum bulan Oktober selesai, ada satu video untuk #Menik6Tahun 🙂 From little baby turns into little girl. Have a blessed years, Menik. Semoga Menik tumbuh menjadi manusia yang bahagia dan selalu bersyukur untuk setiap keadaan. Enjoy your life, dear!

LOVE,

Ayah-Ibu